serba serbi
(Foto: Ist)
LONDON - Sejak dulu, rokok diketahui menyebabkan penyakit serangan jantung dan kerusakan paru-paru. Hasil riset terbaru menyebutkan, kebiasaan merokok secara terus menerus akan membuat Anda bodoh.
Dalam studi yang dilakukan terhadap 20.000 remaja perokok, ditemukan bahwa mereka yang rutin merokok setiap hari mengalami penurunan tingkat kecerdasan dibandingkan mereka yang tidak merokok. Studi tersebut juga menyimpulkan, semakin sering seseorang merokok, semakin rendah IQ atau tingkat kecerdasan mereka.
Daily Mail, Senin (29/3/2010) melansir, mereka yang menghisap satu bungkus rokok atau lebih setiap hari, memiliki IQ tujuh setengah poin lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak merokok. Perokok berusia 18 hingga 21 tahun memiliki IQ rata-rata 94. Sedangkan mereka yang tidak merokok rata-rata ber-IQ 101.Studi ini juga menyebutkan, mereka yang menghisap lebih dari satu bungkus rokok per hari memiliki rata-rata IQ 90.
Dr Mark Weiser yang memimpin studi ini menyebutkan, dia dan timnya belum menemukan alasan yang jelas bahwa rokok menyebabkan penurunan tingkat kecerdasan. "Memang masih diperlukan studi lebih lanjut untuk benar-benar membuktikan keabsahannya," kata Weiser.
"Namun disini sangat jelas bahwa orang-orang ber-IQ rendah rata-rata memilih untuk merokok. Ini bukan saja terkait dengan status sosial ekonomi, tetapi bisa juga karena tingkat pendidikan mereka mempengaruhi keputusan mereka untuk merokok," terangnya.
Dia juga menduga, hasil kesimpulan ini mengonfirmasikan penelitian sebelumnya, bahwa mereka yang memiliki tingkat kecerdasan lebih rendah cenderung membuat keputusan yang tidak 'pintar' terkait dengan kesehatan mereka. (rah)
Read More......
JAKARTA - 70 Persen hidup manusia digunakan untuk bertelekomunikasi. Artinya peluang untuk industri telekomunikasi akan terus berkembang di kemudian hari.
Hal itu diungkapkan oleh Menteri Telekomunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring di acara seminar XL 'Industri dan Masa Depan Indonesia" di hotel Gran Melia, Kamis (1/4/2010).
Kendati demikian, Tifatul mengingatkan agar pengguna telekomunikasi, termasuk penggunaan jejaring pertemanan menggunakaan kata-kata yang santun.
"Dampak negatif dari telekomunikasi harus dihindari," kata Tifatul.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi memaparkan, peningkatan jumlah waktu bicara pengguna ponsel di Indonesia terus meningkat.
Pada tahun 2007, pengguna hanya berbicara sekira 40 menit per bulan. "Atau sekira 1,3 menit per hari, ini disebabkan karena tarifnya yang mahal yakni Rp1.000 per menit,"
Saat ini menurut Hasnul, pengguna bisa berbicara via ponsel hingga 10 menit per hari atau sekira 400 hingga 500 menit per bulan karena biaya komunikasi percakapan yang mulai berangsur menurun. (srn)
Read More......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar